Pengikut

Iklan

Wujudkan Kamtibmas, Polres Pasuruan Gelar Forum Group Diskusi Forkopemda Bersama Ketua Perguruan Silat se-Kabupaten Pasuruan

Rabu, 11 Januari 2023, Januari 11, 2023 WIB Last Updated 2023-01-11T16:44:47Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Jurnalis:Ridoi


Pasuruan,(GerakNusantara.com) -
Dalam rangka menciptakan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang kondusif di wilayah Kabupaten Pasuruan, Polres Pasuruan menggelar Forum Group Diskusi Forkopimda Kabupaten Pasuruan Bersama Pendekar Silat se-Kabupaten Pasuruan di ruang Rupatama Polres Pasuruan, Rabu (11/01/2023).


Acara tersebut dipimpin oleh Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H, S.I.K, M.Si. didampingi Forkopimda Kabupaten Pasuruan dan dihadiri oleh PJU Polres Pasuruan, Kapolsek jajaran, Ketua IPSI dan Perguruan Pencak Silat Kabupaten Pasuruan, serta perwakilan para Pendekar Silat se-Kabupaten Pasuruan.


Sebelum acara dimulai, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh tamu yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan Doa, Sambutan diawali oleh Kapolres Pasuruan, "Saya selaku tuan rumah mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh tamu yang hadir karena sudah berkenan hadir dalam kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) ini, Tujuan dilaksanakannya FGD bersama perguruan silat karena berkaitan dengan tugas pokok kami dari pihak Kepolisian dalam memelihara Harkamtibmas sekaligus menjadi mitra kerja kami," sambut Kapolres.


"Kami melihat bahwa ada potensi yang dapat ditimbulkan dari kegiatan perguruan silat yang beberapa waktu terakhir sering terjadi di wilayah lain dan alhamdulillah Forkopimda hadir lengkap demi mewujudkan kondisi di wilayah Kabupaten Pasuruan yang aman dan kondusif. Harkamtibmas sebenarnya bukan hanya tanggung jawab Polri saja, melainkan juga seluruh stake holder dan kelompok elemen masyarakat juga ikut berperan aktif dalam menciptakan Kamtibmas di lingkungannya ." Ungkap Kapolres.


Ketua IPSI Kab. Pasuruan Teguh Wijaya melanjutkan sambutannya, "IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) di Kabupaten Pasuruan ini terdiri dari 23 perguruan dan saya mewakili perguruan yang belum bisa hadir untuk memohon maaf, dikarenakan bahwa mereka ada kegiatan lain sehingga tidak bisa hadir. Jumlah seluruh perguruan silat yang tergabung dalam IPSI ada sekitar -+ 15.000 anggota, Pengurus IPSI selalu rutin melakukan rapat atau pertemuan guna pembinaan terhadap perguruan silat," terangnya.



"Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolres Pasuruan karena pada bulan Oktober 2022 Kapolres Pasuruan telah mengadakan Kapolres Cup 2022, Pada saat diadakan Kapolres Cup 2022 tersebut hampir diikuti oleh seluruh perguruan silat dan itu terbukti bahwa seluruh perguruan silat saling menghormati dan tidak ada gesekan," tambahnya.


Selanjutnya sesi tanya jawab diawali oleh Penyampaian ketua IKS PI Kera Sakti Kabupaten Pasuruan Sudarman " Tawuran yang sering terjadi hanya melibatkan komunitas bukan perguruan silat yang struktural, maka dari itu kami harap ada penindakan terhadap kelompok komunitas yang sering membuat onar dan provokasi tersebut," ujarnya.


Kapolres Pasuruan menanggapi bahwa dia selalu mengingatkan para Kapolsek apabila sedang menyelesaikan suatu masalah di wilayahnya agar melibatkan seluruh stake holder terkait namun tetap dengan analisa serta langkah - langkah yang tepat.


Sambutan berikutnya juga diutarakan oleh perwakilan PSHT Cabang Pasuruan Pak Yanto, "Masing - masing perguruan silat memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan permasalahan anggota, memang benar yang sering membuat kerusuhan adalah dari komunitas dan rencana kami ke depan Kabupaten Pasuruan harus bisa bebas dari komunitas yang sering membuat kerusuhan," ucapnya.


Yanto mengucapkan terimakasih yang sebesar - besarnya kepada pihak Kepolisian khususnya Polres Pasuruan karena sudah terus menjaga kondusifitas serta selalu tepat mengambil langkah dalam menyelesaikan permasalahan antar perguruan silat.



Kapolres Pasuruan menjawab bahwa apabila masing - masing perguruan silat memiliki tata tertib dalam membina dan menyelesaikan masalah, maka sesama anggota perguruan silat bisa sharing dan saling memberi masukan agar lebih baik lagi.


"Pembinaan kepada anggota perguruan dapat dilakukan sejak dibukanya perekrutan atau latihan awal, sehingga tidak ada lagi anggota yang keluar dan membentuk komunitas yang dapat merusak marwah dan nama baik perguruan itu sendiri," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini