Pengikut

Iklan

Ada Dugaan Penyelewengan BKK Di Desa Sumber Glagah, Komisi Satu DPRD Kabupaten Pasuruan Sidak Ke Lokasi

Jumat, 13 Januari 2023, Januari 13, 2023 WIB Last Updated 2023-01-13T00:21:44Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Jurnalis:Ridoi


Pasuruan,(GerakNusantara.com) -
Terkait Pekerjaan proyek pembangunan Balai Desa Sumber Glagah terdiri dari dua tahapan. Pekerjaan tahap awal pada tahun 2021 senilai Rp250 juta. Tahap kedua tahun 2022 yang dilanjutkan lagi pembangunan dengan anggaran Rp149 juta. Pembangunan Balai Desa yang saat ini mengalami kerangka atapnya ambruk berukuran 10 meter x 10 meter itu berada di atas lahan milik desa sampai saat ini belum ada perhatian sama sekali dari aparat yang berwenang. Padahal biaya pembangunan Balai Desa tersebut berasal dari anggaran BKK yang direalisasikan pada tahun 2022. Hal ini diperparah dengan tidak adanya data akurat menyangkut perencanaan, jadwal realisasi pencairan BKK, pendamping desa yang tidak mempunyai kompetensi, serta monitoring dan evaluasi (Monev) oleh DPMD dan Inspektorat yang tidak maksimal. 


Tim anggaran pemerintah daerah bersama dengan kepala SKPD yang ditunjuk mengawal distribusi anggaran BKK untuk membangun balai desa yang diberikan pada triwulan terakhir tahun 2022 juga harus dipertanyakan karena baru direalisasikan setelah RAPBD tahun 2023 disahkan. Sementara anggaran BKK pada tahun sebelumnya banyak dipermasalhkan oleh beberapa kelompok masyarakat atas penggunaannya yang diperkirakan tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Diduga anggaran BKK tahap pertama yang diberikan oleh Pemkab Pasuruan untuk membangun Balai Desa senilai Rp 250 juta tidak sesuai dengan volume pekerjaan.


Empat orang anggota Komisi satu DPRD Kabupaten Pasuruan yang dipimpin oleh ketua Komisi satu bapak Sugiarto melaksanakan sidak secara mendadak di Desa Sumber Glagah didampingi Inspektorat, DPMD dan beberapa staf Kecamatan Rembang pada hari Kamis siang (12/1/2023). Saat sidak, anggota Komisi satu DPRD Kabupaten Pasuruan secara silih berganti banyak mengajukan pertanyaan kepada Kepala Desa Fathur Rozi, perangkat desa dan Camat yang ikut mendampingi sidak ke lokasi pembangunan balai desa Sumber Glagah Kecamatan Rembang. 


Salah satu tokoh masyarakat Rembang dan pengamat sosial politik Kabupaten Pasuruan Daniar Annisa menilai banyak kejanggalan dalam penggunaan anggaran BKK yang diberikan pada desa Sumber Glagah Kecamatan Rembang. 



"Jika BKK tahun 2022 direalisasikan pada triwulan keempat setelah RAPBD tahun 2023 disahkan dan pekerjaan baru dilaksanakan tahun 2023, LPJ yang akan dibuat oleh pemerintahan desa tercatat tahun berapa??? " ujar Daniar Annisa setelah menemani Komisi satu DPRD Kabupaten Pasuruan melaksanakan sidak di Desa Sumber Glagah bersama Inspektorat, DPMD dan beberapa staf Kecamatan Rembang pada hari Kamis siang (12/01/2023). 


Pada saat waktu sidak diketahui hanya Kepala Desa Fathur Rozi dan perangkat desa yang ikut menemui anggota DPRD dan perwakilan dinas terkait dari Pemkab Pasuruan, sementara pedamping desa Mulyadi tidak hadir di lokasi pembangunan balai desa. Ketika pendamping desa berusaha dihubungi lewat telepon selular oleh Camat maupun Kades Sumber Glagah HPnya tidak aktif sama sekali. 


Setelah menggali dari beberapa sumber,  ternyata diketahui perencanaan DED (bestek) dan RAB tidak disusun oleh orang-orang yang mempunyai kompetensi di bidangnya dan terkesan asal-asalan, makanya setelah kejadian kerangka atap ambruk, pendamping desa sulit untuk ditemui dan dihubungi.

Komentar

Tampilkan

Terkini