Pengikut

Iklan

Terdampak Inflasi, Pemkab Sidoarjo Gelontor Bansos Rp. 4,6 Miliar Untuk Para Ojol, Nelayan, Sopir Angkot dan Bentor

Selasa, 11 Oktober 2022, Oktober 11, 2022 WIB Last Updated 2022-10-11T00:09:02Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Jurnalis:holik


SIDOARJO,(GerakNusantara.com) -
Pemkab Sidoarjo menyiapkan dana APBD sebesar Rp. 4,6 milyar untuk Bantuan Sosial/Bansos penanganan dampak inflasi imbas kenaikan harga BBM. 



Bansos berikan kepada pelaku transportasi seperti Ojek Online / Ojol maupun pengemudi angkutan pedesaan. Selain itu juga diberikan kepada para pelaku UMKM serta nelayan.



Terdapat 2.244 orang Ojol yang menerima Bansos penanganan dampak inflasi kali ini. Mereka memperoleh bantuan sebesar Rp. 450 ribu lewat Top up e wallet. 



Besaran uang bantuan tersebut diterima Ojol perbulannya sebesar Rp. 150 ribu selama tiga bulan kedepan. Diterima mulai bulan Oktober sampai Desember 2022. 



Untuk bantuan kepada pengemudi angkutan pedesaan maupun pengemudi Bentor juga sama. 



Terdapat 61 orang pengemudi angkutan pedesaan dan 862 pengemudi Bentor yang menerima voucher BBM angkutan desa. Mereka juga menerima bantuan sebesar Rp. 450 ribu. 



Begitu pula bantuan kepada nelayan Sidoarjo. Terdapat 178 orang nelayan yang juga memperoleh voucher BBM sebesar Rp. 450 ribu. 



Sedangkan bantuan bagi pelaku usaha mikro dan penjual online diberikan kepada 930 orang berupa voucher pulsa kuota internet sebesar Rp. 300 ribu.



Selain bantuan tunai, Pemkab Sidoarjo juga memberikan bantuan non tunai. Seperti pemberian Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT kepada 2.206 orang.




Serta pembagian pestisida bagi Gapoktan sebanyak 3 ribu kg dan bantuan bibit cabe untuk 18 kecamatan di seluruh Kabupaten Sidoarjo. 



Pemkab Sidoarjo juga membagikan Sembako sebanyak 7.500 paket dalam Bansos penanganan dampak inflasi kali ini.



Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP mengatakan Bansos tersebut dianggarkan melalui belanja wajib perlindungan sosial sebesar 2% dari Dana Transfer Umum (DTU). 



DTU tersebut terdiri dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan DBH (Dana Bagi Hasil). Dimana penganggaran tersebut sudah sesuai petunjuk pemerintah pusat untuk penanganan dampak inflasi.



"Ini merupakan petunjuk dari pusat bahwa 2 persen dari Dana Transfer Umum peruntukannya untuk supporting ditingkat

pemkabsidoarjo ditingkat bawah dengan pemberian Bansos, kurang lebih Rp. 4,6 milyar,"ujarnya.




Komentar

Tampilkan

Terkini