Pengikut

Iklan

Pimred GerakNusantara Mengecam Perbuatan Biadap Oknum Pejabat Kerawang Aniaya Jurnalis

Rabu, 21 September 2022, September 21, 2022 WIB Last Updated 2022-09-21T14:01:52Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Red


Sidoarjo,(GerakNusantara.com) -
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap wartawan yang dialami GG alias Janot selaku Pimpinan Redaksi (Pimred) media AlexaNews.Id dan seorang jurnalis lainnya oleh oknum pejabat di Kabupaten Kerawang Provinsi Jawa Barat mendapat kecaman dari berbagai pihak terutama dari sesama insan pers setanah air.


Kecaman sekaligus kutukan atas tindakan penganiayaan oleh oknum pejabat Kabupaten Kerawang terhadap jurnalis ini disampaikan juga oleh Holik rekan sesama Pimpinan Redaksi (Pimred) media online GerakNusantara.com dari Sidoarjo Jawa timur, rabu(21/09/2022).



Membaca dan melihat video viral wartawan yang mengalami penyiksaan, intimidasi serta pengancaman yang beredar di WAG pada hari Selasa (20/09/2022) terhadap rekan kita GG alias Janot dan rekan wartawan lainnya yang diduga dilakukan oknum pejabat Kab. Kerawang bersama kroni-kroninya, ini merupakan perbuatan biadap dan tidak berprikemanusiaan," ungkap holik


Pasalnya terhadap GG alias Junot, selain disiksa dan diancam, ia juga dipaksa untuk meminum air kencing dan ditendang alat kelaminnya oleh 4 - 5 orang yang berada diruangan tertutup, apakah ini perbuatan manusia yang beradap dan bermoral..??? apalagi yang melakukan diduga seorang pejabat pemerintah daerah lagi," sebut holik yang juga merupakan Pengurus IWO Indonesia DPW Jawa Timur.



Saya mewakili rekan-rekan jurnalis media GerakNusantara.com dan Iwo Indonesia DPW Jatim mengecam dan mengutuk keras terhadap Oknum pejabat tersebut dan meminta kepada Aparat Penegak Hukum (Polres Kerawang) untuk segera mengusut tuntas kasus ini bahkan menangkap dan memproses oknum pejabat Kab. Kerawang tersebut sesuai hukum yang berlaku," tegas Holik.


Kami berharap, Pemerintah dalam hal ini Polres Kerawang wajib memberikan perlindungan maksimal kepada 2 orang jurnalis atau wartawan yang menjadi korban dari oknum pejabat biadap tersebut,"pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini