Pengikut

Iklan

Pihak Keluarga Korban Pencabulan Di Bawah Umur Kecewa Karna Pelaku Masih Bebas Berkeliaran

Jumat, 02 September 2022, September 02, 2022 WIB Last Updated 2022-09-02T04:39:06Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Jurnalis:Ali


Sampang,(GerakNusantara.com) -
Predikat Pratama yang di terima kabupaten Sampang pada tahun 2021 lalu kayaknya tidak layak di karenakan masih ada anak yang tidak dapat keadilan dan kenyataan nya terbalik dengan penghargaan yang diterima.


Tgl 25 Agustus 2022 secara resmi H.hasib warga karang Penang oloh kec karangpenang melaporkan peristiwa pencabulan yang menimpa saudari RS (16th) ke unit PPA polres Sampang




Pasalnya pelaku yang ber inisial ABD RHM (16) warga desa blu'uran kec.Karang Penang Kab  Sampang hingga kini masih bebas berkeliaran dan belum dilakukan penangkapan.




Pihak korban kecewa dan menganggap kasus pencabulan ini jalan ditempat, dimana pernyataan Kanit PPA yang akan melakukan penangkapan sesuai statmennya kepada pihak korban adalah omong kosong ujar pihak keluarga menyampaikan kekecewaan nya.




Pihak unit PPA bilang bahwa akan melakukan penangkapan segera tapi jangan diberitakan dulu kawatir pelaku nya kabur tapi mana gak ada buktinya"ungkap H.hasib





dari keterangan korban dan keluarga kronologi kejadian tersebut, pada hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2022 sekira pukul 18.00 wib di Dsn, Duwek Ondung. Ds. Karang Penang Oloh Kec. Karang Penang, Kab. Sampang, saudari RS baru saja tiba dirumah yang seharusnya sudah tiba sehari sebelumnya yaitu pada hari Jumat tanggal 19 Agustus 2022 





karna terlambat tiba di rumah  membuat keluarga khawatir dan bertanya kepada saudari RS, setelah didesak oleh keluarga, saudari RS bercerita bahwa dirinya sudah tiba di sampang sejak hari Jumat tanggal 19 Agustus 2022 namun dirinya dijemput oleh saudara ABD RHM di Wilayah Kec. Omben. 






Selanjutnya saudari RS dibawa oleh saudara ABD RHM ke rumah saudari TIFAQIYAH berlokasi di Dsn. Tongampar, Ds. Karang Penang Onjur, Kec. Karang Penang, Kab. Sampang dan tiba disana sekira pukul 16.00 Wib, 





di rumah saudari TIFAQIYAH tersebut saudari RS dan saudara ABD RHM melakukan perbuatan laiknya suami istri(Persetubuhan) dengan di iming imingi akan nikahi  oleh saudara ABD RHM,  baru pada tanggal 20 Agustus 2022 sekira pukul 17.30 Wib Saudari RS diantar oleh saudara ABD RHM ke terminal Sampang yang selanjutnya Pulang ke rumah, dan mendengar cerita dari saudara RISMAWATI tersebut pihak keluarga, merasa tidak terima dan mengadukan kejadian tersebut ke Polres Sampang.



Hingga kini korban pencabulan RS (16) yang masih dibawah umur masih mengurung diri dan masih menderita gangguan psikis dan mental pasca kejadian tersebut 



Pihak keluarga berharap APH bisa membuktikan utk segera melakukan tindakan agar predikat pratama kota layak anak kabupaten Sampang bisa mewujudkan pemenuhan dan perlindungan hak bagi setiap anak agar merasa nyaman dan aman,ungkap H.hasib. 




Sementara Kanit PPA polres Sampang ketika dihubungi perihal surat laporan Nomor/TBL-B/VIII/2022/SPKT/POLRES SAMPANG/POLDA JAWATIMUR Untuk dimintai konfirmasi perkembangan kasus pencabulan ini belum merespon saat di hubungi via WhatsApp.

Komentar

Tampilkan

Terkini