Pengikut

Iklan

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat, SH., M.Si, membuka Sidang Sinode Gks Ke-43

Senin, 25 Juli 2022, Juli 25, 2022 WIB Last Updated 2022-07-25T09:43:47Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Jurnalis:Petrus Nggala Lili. 


NTT,(GerakNusantara.com) -
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, SH., M.Si, membuka Sidang Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) ke-43 di GKS Waimangura Klasis Waimangura Yango Desa Waimangura Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi NTT, Rabu (20/7/2022).


Pembukaan Sidang Sinode GKS ke-43 ini dihadiri oleh Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, Wakil Bupati SBD, Marten Christian Taka, S.IP sebagai Ketua Umum Pelaksana, Bupati Sumba Timur, Wakil Bupati Sumba Barat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumba Tengah, Mantan Bupati 2 periode Kabupaten Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, dan seluruh tamu undangan lainnya serta seluruh peserta sidang sinode.


Dalam sambutan Gubernur NTT mengatakan, atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat provinsi Nusa Tenggara Timur  mengucapkan selamat dan proficiat kepada seluruh peserta sidang sinode ke-43 GKS. Semoga dengan pelaksanaan sidang sinode ke-43 GKS ini dapat merumuskan kebijakan umum dan menetapkan kepemimpinan 4 tahun ke depan.


Pada hari yang berbahagia ini, kita semua akan sama-sama mengikuti pembukaan sidang sinode ke-43 GKS, yang pada kesempatan ini mengangkat tema "Adalah Awal dan Akhir" dengan subtema "Dalam Penyertaan Sang Alfaomega, GKS Membenah Diri untuk Mengembangkan Pelayanan Holistik yang Membebaskan".


Dirinya  menjelaskan bahwa sidang sinode bagi gereja merupakan sebuah kegiatan yang berkesinambungan, di mana dalam kegiatan ini dilakukan laporan dan evaluasi pelaksanaan keputusan sidang sinode yang dilaksanakan oleh pengurus yang terpilih, peraturan tata gereja, serta pemilihan pengurus sebagai mandataris yang akan melaksanakan keputusan.


“Untuk itu, kiranya seluruh peserta sidang dapat memanfaatkan pelaksanaan sidang sinode ini dengan baik dan dapat memberikan kontribusi yang besar dan strategis dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi provinsi NTT dan pulau Sumba pada khususnya,” katanya.


Lebih lanjut Gubernur NTT mengatakan, dalam situasi ketidakpastian seperti ini, Gereja Kristen harus mampu membangkitkan optimisme dan memberikan pencerahan kepada Jemaat. Gereja hendaknya memberikan motivasi dan mendorong Jemaat untuk memberdayakan dan mengoptimalkan berbagai potensi yang ada baik dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, energi baru terbarukan dan berbagai potensi lainnya.



Gereja juga harus mampu mewujudkan visi Yesus yakni damai sejahtera dengan menjadi rekan sekerja Allah untuk memberi makan kepada yang lapar, memberi minum kepada yang haus, memberi tumpangan kepada orang asing, memberi pakaian kepada yang telanjang, merawat yang sakit dan mengunjungi mereka yang ada dalam penjara.


“Untuk mewujudkan hal ini, gereja bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya harus mampu berkolaborasi dan bergerak dalam satu kesatuan komitmen untuk meningkatkan ekonomi Jemaat dengan mengoptimalkan berbagai potensi pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, energi baru terbarukan, membangun infrastruktur, meningkatkan derajat pendidikan dan kesehatan masyarakat serta berpartisipasi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.


Dirinya juga menyampaikan gereja harus memiliki kepedulian dan keberanian. provinsi NTT masih dihadapkan pada permasalahan kemiskinan, sumber daya manusia yang masih terbelakang dan stunting. Gereja harus terlibat aktif dalam mengatasi permasalahan-permasalahan ini dan harus berani menyuarakan dan melawan berbagai bentuk ketidakadilan dalam masyarakat.


“Sidang sinode ke-43 GKS ini sangat penting karena tentu akan banyak yang dapat dibicarakan dan menjadi suatu rekomendasi bagi pemerintah dalam menghadapi dan menyikapi persoalan yang kita hadapi di Provinsi NTT pada umumnya dan secara khusus di Pulau Sumba ini,” ungkapnya.


Dirinya berharap agar sinode ini dapat memilih Ketua umum dan jajaran pengurus yang memiliki spiritualitas yang kokoh, mampu membangun jaringan serta mampu menggerakkan Jemaat agar dapat mewujudkan nyatakan cinta kasih Kristus dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.


“Gereja Kristen Sumba sebagai alat yang senantiasa bekerja untuk mewartakan kasih dan mewujudkan Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia, khususnya di Indonesia dan teristimewa di Tana Sumba Provinsi NTT. Diharapkan tetap untuk berkarya sekaligus berkontribusi positif dalam pembangunan manusia dan menjadi center of Excellence atau pusat pengetahuan untuk menghasilkan generasi penerus yang cerdas, memiliki pendirian yang teguh, peduli dan berani,” tuturnya.


Dia percaya bahwa Gereja Kristen Sumba hadir untuk berkarya dan bertumbuh di tanah air Indonesia khususnya di tanah Sumba karena perkenanan Tuhan. Karya Tuhan tersebut merupakan suatu perbuatan besar Allah bagi umatnya di Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur untuk meneruskan Injil keselamatan.



Komentar

Tampilkan

Terkini