Pengikut

Iklan

Sudah Tiga Tahun Tradisi Ogoh Ogoh Suku Tengger Diadakan Terpisah Masing Masing Desa

Jumat, 04 Maret 2022, Maret 04, 2022 WIB Last Updated 2022-03-03T17:49:22Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Pasuruan,(GerakNusantara.com) - Tiga tahun berturut-turut, Tradisi Ogoh-ogoh Suku Tengger di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan tak digelar secara massal, namun terpisah di masing-masing desa.




Untuk tahun ini misalnya. Tak sampai 100 warga di Desa Baledono yang menggelar festival ogoh-ogoh berkeliling satu desa.





Dari pantauan di lapangan Rabu (02/03/2022) pagi, terlihat puluhan warga yang dipecah menjadi beberapa peserta. Satu peserta terdiri dari 5-10 orang yang memanggul ogoh-ogoh raksasa.




Mereka berangkat dari Balai Desa Baledono dan berjalan arak-arakan hingga di lokasi finish, yakni Lapangan Baledono.




Kepala Desa Baledono, Prapto mengatakan, tidak banyaknya warga yang meramaikan festival ogoh-ogoh tak lain karena situasi Pandemi Covid-19 yan berkepanjangan. Ditambah saat ini Kabupaten Pasuruan memasuki Level 3 PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat).




"Pandemi nya gak selesai-selesai sampai sekarang. Apalagi hari ini Kabupaten Pasuruan ditetapkan menjadi Level 3 PPKM. Yang jelas semuanya dibatasi," katanya.





Dijelaskannya, setiap satu dusun hanya boleh membawa satu patung ogoh-ogoh. Begitu selesai diarak, patung-patung tersebut akan langsung dibawa ke Pure Desa Baledono untuk dibakar.





"Biar tidak tercipta kerumunan. Jadi satu dusun hanya boleh mengarak satu patung ogoh-ogoh. Dikarak sampai pure kemudian dibakar," terangnya.





Meski digelar secara sederhana, namun tak mengurangi kemeriahan hingga antusias warga untuk melihatnya. Kata Prapto, tradisi ogoh-ogoh dipercaya masyarakat sekitar sebagai ritual tolak balak. Sehingga segala malapetaka bisa terhindarkan dan masyarakat bisa hidup damai dan tentram.




"Kita doanya cuma satu. Semoga Pandemi cepat selesai. Sehingga kemeriahan festival ini bisa kami ulangi sebelum ada Covid-19 di tahun 2020 lalu," harapnya.(Red)


Komentar

Tampilkan

Terkini