Pengikut

Iklan

Sedekah Laut Atau Nyadran Desa Balongdowo Sidoarjo

Sabtu, 19 Maret 2022, Maret 19, 2022 WIB Last Updated 2022-03-19T15:18:58Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Sidoarjo,(GerakNusantara.com) - Tradisi sedekah laut di desa Balongdowo kecamatan candi Sidoarjo tradisi yg biasa disebut juga Nyadran ini dilakukan setiap bulan Ruwah- bulan kalender Jawa sebelum puasa Ramadhan tradisi ini sangat unik  menggunakan arak-arakan sound sistem yg super besar di atas perahu sederhana.



"Menurut yanto (38) warga setempat Sejatinya Nyadran di Balongdowo sama dengan tempat lain, yaitu upacara syukuran atas hasil yg diperoleh selama 1 tahun dan berharap kebaikan rejeki lagi di tahun yang akan datang,karena desa Balongdowo mayoritas nelayan kupang, mereka berharap selamat saat melaut dan tangkapan kupang selalu banyak."ujarnya.


Upacara Nyadran ini biasanya dilaksanakan hari Minggu pagi saat air laut pasang sehingga perahu  dapat menuju ke laut.

Tetapi sebelumnya sudah ada perayaan,  seperti pasar malam dan pementasan wayang kulit.

Lanjut yanto Upacara pemberangkatan sedekah laut minggu pagi biasanya dimulai dengan tumpeng nasi kuning yg diserahkan kepala desa sebagai simbol diberangkatkan rombongan perahu untuk ziarah ke makam dewi Sekardadu, dan ada juga  tumpeng sayur dan buah setinggi kira kira 3 meter yg diarak dan diperebutkan warga sekitar- konon yg memperoleh sayur atau buah dari tumpeng tersebut akan mendapat berkah.


Nah yang unik di rombongan perahu - perahu tersebut selain mengangkut para peziarah, yang dominan terlihat adalah memuat sound system. Perahu peserta Nyadran bisa mencapai 30 , tapi hampir separuhnya berisi sound system. Sepanjang perjalanan dari Balongdowo sampai tempat makam dewi Sekardadu ( di pulau Kepetengan) sound system memutar lagu yg umumnya disukai penduduk setempat,sedangkan orang di dalam perahu tersebut berjoget diatas peralatan sound system. Sangat menakjubkan, mulai dari perahu sederhana yg bisa mengangkut peralatan begitu besar tanpa oleng, belum lagi saat mereka harus melewati bawah jembatan yg tingginya hanya sekitar 1-2 m dari permukaan air sungai yg sedang pasang ( biasanya perangkat sound system dibongkar dulu, setelah perahu  melewati kolong jembatan, perangkat disusun lagi)

Bagiku tradisi sedekah laut atau Nyadran desa Balongdowo harus lebih di sosialisasikan sehingga bisa menarik wisatawan untuk mengunjungi Sidoarjo, apalagi di desa ini terkenal dengan penghasil  kupang.

hewan kecil ini sangat lezat dan jarang ditemukan di tempat lain. Selain itu wisatawan juga bisa ikut naik perahu mengunjungi makam dewi Sekardadu , dimana masyarakat desa Balongdowo meyakini adalah ibu dari Sunan Giri,"pungkasnya.

Jurnalis:misnah

Komentar

Tampilkan

Terkini