Pengikut

Iklan

Gondang Wetan Di Gegerkan Mayat Berkaos Hitam

Minggu, 06 Maret 2022, Maret 06, 2022 WIB Last Updated 2022-03-06T08:24:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


PASURUAN, (GerakNusantara.com) - Warga Desa Bajangan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan dibuat gempar, Minggu (6/3). Itu setelah ada warga yang menemukan sesosok mayat tanpa identitas. Mayat laki-laki tersebut berada di tebing sungai desa setempat.


Jasad tersebut kali pertama ditemukan orang yang tengah mencari rongsokan sekitar pukul 07.00. Saat melintasi jalan di dekat sungai itu, ia mengendus aroma tak sedap. Lalu berinisiatif mencari sumber bau anyir yang makin menguat.



Ternyata, sesosok mayat teronggok di tebing sungai tersebut. Kondisinya sangat mengenaskan. Jasad tersebut sudah rusak. Wajahnya tidak lagi dikenali. Tubuhnya menghitam. Namun pakaiannya masih melekat.


Tak lama kemudian, kabar tersebut tersiar luas. Banyak warga berdatangan untuk melihat kondisi mayat tersebut. Polisi yang datang langsung mengevakuasinya ke RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Namun proses identifikasi tak membuahkan hasil.


“Sidik jari korban sudah rusak sehingga tidak bisa dilakukan identifikasi,” kata Kapolsek Keboncandi AKP Eko Agus.


Ia mengatakan, ciri-ciri korban berusia sekitar 50 tahun. Dengan mengenakan jaket warna biru dengan kaos polo dan celana pendek.


Agus berharap apabila ada warga yang kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri seperti itu segera melapor. “Karena memang korban belum dikenali identitasnya,” kata Agus.


Tidak hanya sidik jari korban saja yang rusak. Kondisi kepalanya juga tinggal tengkorak. Agus menduga korban sudah beberapa hari meninggal. Sehingga kondisi jasadnya sudah rusak. “Kurang lebih sudah semingguan,” kata Agus.


Apalagi kalau melihat lokasi ditemukannya mayat itu berada di dekat sungai. “Mungkin sering kena hujan, lembab, sehingga membuat kondisi jasad lebih cepat rusak,” bebernya.



Selanjutnya, jasad Mr X itu dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk diotopsi. Upaya itu dilakukan untuk bisa mengetahui identitas korban. Sekaligus mengungkap penyebab kematian korban. Meski sejauh ini, polisi menduga tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.


“Tapi kami harus pastikan melalui hasil otopsi. Apakah ada luka pada bagian dalam tubuh korban atau ada keracunan dan sebagainya,” ungkap Agus.



Wartawan     : Rido'i

Editor             : Imam Mu'iz

Komentar

Tampilkan

Terkini