Pengikut

Iklan

Tiga Dari Empat Pelaku Penganiaya Suporter Bonek Tertangkap, Satu Buron

Kamis, 10 Februari 2022, Februari 10, 2022 WIB Last Updated 2022-02-10T01:22:58Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Sidoarjo,(GerakNusantara.com) - Tiga dari empat pelaku bermotif perampasan terhadap enam suporter Bonek asal Tuban di Krian Sidoarjo berhasil tertangkap dan satu pelaku lagi dinyatakan buron oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo.


Dari identitas ketiga yang tertangkap yakni masing-masing berinisial AR (32), asal Sidoarjo dan MRA (17), asal Sumedang serta SFS (21), alias Satria. Ketiganya merupakan anak Punk yang biasa hidup di jalanan.


Perlu diketahui juga bahwa gambar bermotif perampasan terjadi pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2022, dan sempat viral di media Sosial sejenis Facebook.


Disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro saat konferensi pers, pada Rabu Siang tanggal 9 Februari 2022.



"Penangkapan terhadap ketiga pelaku ini, di dua kota yang berbeda di Jawa Timur yaitu Ketapang Banyuwangi dan Surabaya," ucap mantan Wakapolresta Banyuwangi kepada puluhan wartawan yang hadir.


Lanjutnya, AR dan MRA tertangkap di Ketapang Banyuwangi pada tanggal 5 Februari 2022 sedangkan keesokannya berhasil menangkap SFS di Surabaya tepatnya daerah Bratang.


"Untuk barang bukti yang diamankan dari para pelaku yakni sabuk dari ring besi dan dua buah kayu serta sebuah batu paving," tuturnya.


Selain itu, orang nomor satu di Mapolresta Sidoarjo menjelaskan bahwa kejadian bermula saat suporter Bonek asal Tuban hendak melihat tim kebanggaannya bertanding di Bali, dengan menumpangi sebuah truck. 


"Sesampai di Baypass Krian, suporter Bonek berjumlah enam anak yang masih dibawah umur disuruh turun oleh para pelaku dan diajak pesta minuman keras," terangnya.


Pada saat pesta minuman keras, keenam Bonek tersebut langsung dianiaya oleh gerombolan pelaku dengan cara dipukuli menggunakan sabu dari ring besi dan kayu maupun batu Paving.



"Melihat korbannya sudah tak berdaya usai dipukuli, kemudian para pelaku merampas Handphone (HP) milik para korban dan kabur," tandas Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro.


Para korban dari penganiayaan ini, mengalami luka yang cukup serius dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, kondisinya saat ini sudah membaik semua.


"Saat kita tanya kepada para pelaku tentang keberadaan Handphone milik para korban. Sudah laku dijual dan hasilnya dibuat untuk makan dan beli rokok," tutupnya.



Jurnalis:holik

Komentar

Tampilkan

Terkini