Pengikut

Iklan

Forkopimda Jatim Cek Tempat Isoter Untuk Masyarakat Surabaya Raya

Senin, 07 Februari 2022, Februari 07, 2022 WIB Last Updated 2022-02-07T10:54:46Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Surabaya,(GerakNusantara.com) - Forkopimda Jawa Timur melakukan pengecekan di beberapa tempat, yang nantinya akan digunakan untuk masyarakat, dalam melakukan Isolasi Terpusat (Isoter), sebagai persiapan menghadapi gelombang ketiga Covid-19. 


Hari ini, Senin (7/2/2022), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kajati Jatim Mohamad Dofir, serta Walikota Surabaya Eri Cahyadi, melakukan pengecekan di tempat Isoter, untuk wilayah Surabaya Raya yang berada di Asrama Haji Sukolilo dan Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak Surabaya.


Di titik pertama, yakni Asrama Haji Sukolilo Surabaya, di tempat ini Forkopimda berkomunikasi dengan para tenaga kesehatan terkait kesiapan isoter di tempat tersebut. Sementara di Asrama Haji ini terdapat 2 gedung 3 lantai yang disiapkan, yakni gedung Shofa dan Zam-zam. 



Total kamar yang berada di isoter ini sebanyak 432 kamar, untuk masing-masing kamar diisi 3 tempat tidur dan 1 kamar mandi dalam. Sementara, sudah ada 204 kamar yang telah diisi. Nantinya, setiap kamar akan diisi oleh pasien gejala ringan dan tanpa gejala. 


Sementara itu, jumlah tempat tidur di RS Lapangan Tembak yang tersedia adalah 187 yang terdiri dari 88 tempat tidur di gedung B1, 89 tempat tidur di gedung B2, dan 10 tempat tidur di IGD. RS ini masih belum ditempati pasien, tapi ada 40 orang Satgas yang sudah bersiap.


Khofifah menilai, kedua isoter yang di Surabaya itu dalam keadaan baik dan layak. Mengingat, fasilitas mulai dari tempat tidur, kamar mandi, hingga tenaga kesehatan telah dipersiapkan sebaik-baiknya. 


"Ini juga tidak bagus sekali. Pelayanannya juga sangat bagus dan siap untuk diaktifkan kembali. Dengan ini, kami berharap agar dapat membantu proses pemulihan dan menjaga kondisi pasien tetap dalam kondisi baik," katanya saat meninjau isoter,. 


Pada kesempatan yang sama Khofah berpesan agar terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala bisa berobat ke isoter dan pasien rumah sakit rujukan. Mengingat, hal tersebut dapat mengurangi beban RS yang berfokus pada gejala pasien sedang dan berat. 


"Ini sudah cukup nyaman, jadi untuk masyarakat Surabaya Raya dengan gejala ringan atau tanpa gejala, jangan datang ke rumah sakit tapi datanglah ke isoter-isoter ini. Karena di isoter, kondisi pasien bisa lebih terkontrol sehingga jika gejalanya meningkat, bisa langsung ke RS terdekat," pintanya. 


Selain itu, Khofifah meminta agar pemerintah bisa bersiap menghadapi kejadian-kejadian yang diperkirakan jatuh pada akhir Maret mendatang. Ia berpesan, agar pemerintah terus meningkatkan testing, tracing, dan treatment (3T) serta pelayanan kuratif lainnya. 


Seperti yang diprediksi oleh Kementerian Kesehatan bahwa 25 Maret nanti adalah puncak melonjaknya Covid-19 untuk semua varian. Maka tugas pemerintah adalah meningkatkan 3T. Selain itu, ada 3 hal lain yang harus disiapkan. Yaitu kesiapan rumah sakit, isoter, juga kerelawanan untuk PPKM Mikro," jelasnya. 


Lebih jauh, mantan Menteri Sosial RI meminta masyarakat untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 dengan memakai masker, menjaga tangan, menjaga jarak aman, menghindari, serta membatasi mobilisasi (5M). 



"Pemerintah sudah menyediakan yang terbaik itu pelayanan kuratifnya. Maka, saya sudah menyediakan tindakan pencegahan dengan terus menerapkan 5M agar daerah aglomerasi seperti Malang Raya dan Surabaya Raya ini terjaga dari kasus-kasus," tuturnya. 


"Kami bersama Forkopimda kami ingin memastikan semua bersiap untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat Jawa Timur. Semoga krisis ini cepat berlalu," tutupnya.


Juri

Komentar

Tampilkan

Terkini