Pengikut

Iklan

Pamit Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Tapi Bunuh diri di Depan Kelas

Senin, 20 Desember 2021, Desember 20, 2021 WIB Last Updated 2021-12-20T14:12:24Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


BLITAR, (GerakNusantara.com) - Seorang siswi SMAN 1 Srengat Blitar ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di depan ruang kelas hari ini, Senin 20 Desember 2021 sekitar jam 11.00 WIB. 


Masih belum diketahui secara pasti apa motif korban melakukan bunuh diri. Namun, diduga korban melakukan bunuh diri karena motif asmara. Hingga kini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan.



Kapolsek Srengat Polres Blitar Kota, AKP SUKARNI YUSUF, S.H., saat di Temui oleh wartawan GerakNusantara.com mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh siswa yang hendak melaksanakan sholat dhuhur di gedung lantai dua SMAN 1 Srengat. 


Saat menaiki tangga dekat ruang kelas X-MIPA-4, VY, 15 tahun, warga Desa Selokajang Kecamatan Srengat, Blitar ditemukan sudah dalam posisi menggantung diatas gantungan papan nama kelas.



Korban nekat gantung diri dengan menggunakan dasi warna abu-abu dengan posisi korban menghadap ke selatan. Siswa yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta tolong dan kemudian datang para guru dan murid. 


Kondisi korban ternyata sudah tidak bernafas dan meninggal dunia. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Srengat. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 



AKP SUKARNI YUSUF mengatakan, pada saat kejadian sebenarnya sedang tidak ada kegiatan belajar mengajar dan tiap kelas hanya 10 anak saja yang masuk untuk peringatan Maulid Nabi. 


Namun, korban hari ini masuk dengan menggunakan seragam sekolah dan mengatakan ingin mengumpulkan tugas sekolah. Korban juga berpesan pada keluarganya untuk dijemput di sekolah jam 11.00 WIB.


Menurut AKP YUSUF, pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengetahui apa motif korban nekat mengakhiri hidupnya secara tragis. 



Polisi juga mengumpulkan bukti-bukti di TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk keluarga, teman dan guru. Sementara AKP MOMON SUWITO, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota saat dikonfirmasi GerakNusantara.com membenarkan peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan.



Wartawan  : Ach Khoiri

Editor          : Imam Mu'iz

Komentar

Tampilkan

Terkini