Pengikut

Iklan

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Turun tangan tanggapi Kematian Mahasiswi Di Mojokerto

Sabtu, 04 Desember 2021, Desember 04, 2021 WIB Last Updated 2021-12-04T17:03:34Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


MOJOKERTO, (GerakNusantara.com) - Buntut kasus bunuh diri mahasiswi Universitas Brawijaya Fakultas Sastra Bahasa Inggris, yang membuat jagad media sosial diramaikan dengan tagar #SAVENOVIAWIDYASARI. 


Hingga Sore ini, (4/12/2021), tagar tersebut masih berada di puncak trending dengan 8000 lebih cuitan.


Tagar ini bermula dari seorang mahasiswi Universitas Brawijaya yang bernama Novia Widyasari Rahayu Fakuktas Satra Bahasa Inggris ditemukan sudah tak bernyawa di samping makam ayahnya sendiri. 


Diduga kuat, tewasnya mahasiswi tersebut akibat nekat meminum racun sejenis potasium yang di campur ke makanan karena mengalami depresi berat.


Mahasiswi yang tinggal di Perum Japan  Asri, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojekerto tersebut, ditermukan tidak sadarkan diri oleh warga sekitar beberapa hari kemarin.




Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mencermati kematian Novia Widyasari yang diduga melakukan bunuh diri dan adanya keterlibatan oknum aparat keamanan.


"Turut memberikan perhatian terhadap kasus meninggalnya mahasiswi warga Mojokerto bernama Novia Widyasari yang diduga melakukan bunuh diri dan adanya keterlibatan oknum aparat keamanan," ucapnya lewat keterangannya, Sabtu (4/12).


Jaleswari yakin Kapolri Jenderal Sigit Prabowo sudah mengambil sikap agar kasus ini terungkap. Menurutnya, penegakkan hukum harus dilakukan.


"Saya yakin Kapolri telah mengambil langkah-langkah terkait penanganan kasus ini agar fakta dapat diungkap, penegakkan hukum dilakukan, dan rasa keadilan warga tidak terganggu," ucapnya.


Diketahui, Propam Polda Jatim memeriksa personel Polres Pasuruan terkait mahasiswi Universitas Brawijaya Fakultas Sastra Bahasa Inggris yang ditemukan tak bernyawa disamping makam ayahnya.



Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko. Ia menyatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dengan membentuk tim gabungan. 


Termasuk diantaranya, melakukan pemeriksaan terhadap seorang anggota Kepolisian yang berdinas di Polres Pasuruan.


"Terkait semua info (di media sosial) itu, kita dalami semua. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap dia (anggota Polres Pasuruan) oleh propam untuk diklarifikasi atas informasi yang ada di medsos itu," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/12).


Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar membenarkan soal temuan tersebut. Ia menyatakan, jika kasus itu terjadi pada Kamis (2/12) lalu. 


Saat itu, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat soal adanya mayat seorang perempuan di areal pemakaman.




"Bahwa pada 2 Desember 2021 sekitar pukul 04.00 Wib telah ditemukan mayat seorang perempuan di Makam Umum Dusun Sugihan, Desa Japan, Kec. Sooko Kab. Mojokerto," tegasnya.


Ia menjelaskan, petugas pun lalu melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, polisi menemukan satu botol cairan yang diduga berisi potasium. 


Hal ini diperkuat dengan adanya temuan 3 butir potasium yang ada di tempat sampah rumah korban.


"Kami melakukan olah TKP dan menemukan satu botol berisi cairan dan setelah di dalami Tim kami juga menemukan 3 butir potasium yang ditemukan di tempat sampah rumah korban," tambahnya.


Dikonfirmasi soal motif korban melakukan bunuh diri, AKBP Apip mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan penyidikan. 




Termasuk diantaranya, melakukan pemeriksaan terhadap seorang anggota Polres Pasuruan yang diduga sebagai pacar korban.


"Berkaitan dengan inisial R itu betul anggota Polres Pasuruan dan tim dari Polda dan Polres saat ini sedang mendalami untuk melakukan investigasi terhadap informasi yang berkembang saat ini dan perkembangan lebih lanjut akan kita sampaikan," katanya.


Wartawan  : Holik
Editor          : Redaksi

Komentar

Tampilkan

Terkini