Pengikut

Iklan

Bank Wakaf Mikro Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Jumat, 24 Desember 2021, Desember 24, 2021 WIB Last Updated 2021-12-24T01:42:29Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


BANDAR LAMPUNG, (GerakNusantara.com) - Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan, salah satunya melalui pemanfaatan dana sosial syariah. Bentuk pemanfaatan dana sosial syariah ini dapat dilihat di antaranya dari dibentuknya Bank Wakaf Mikro (BWM) untuk memberi akses layanan keuangan kepada usaha mikro kecil. 


“Bank Wakaf Mikro ini merupakan rintisan menumbuhkan pengusaha-pengusaha kecil yang kita harapkan nantinya menjadi alat pengungkit yang nantinya bisa tumbuh dan bisa menjadi nasabah Bank Syariah Umum,” tutur Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin saat menghadiri Peresmian Program Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren Muhammadiyah Sabilil Muttaqien dan Penyaluran KUR Klaster, di Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Kamis (23/12/2021).



Wapres menyampaikan, dengan jumlah sebaran pesantren sebesar lebih dari 27 ribu di seluruh Indonesia dan karakteristiknya yang dekat dengan masyarakat, maka pesantren merupakan sumber strategis dalam mengoptimalkan fungsi BWM.


“Kehadiran BWM di pesantren dapat menjadi inkubator dalam menyiapkan, memajukan, serta memperluas usaha mikro syariah. (Sebab), pengembangan ekonomi masyarakat akan sangat besar, sangat banyak dampaknya,” ujarnya dalam acara yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini.



Oleh karena itu, Wapres berharap agar langkah OJK dalam mendorong terbentuknya BWM di pesantren-pesantren dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran yang bergerak di bidang ekonomi dan keuangan untuk dapat mereplikasi langkah ini guna memberikan kemudahan dan pemberdayaan kepada masyarakat untuk melahirkan Gus Iwan.


Menutup sambutannya, Wapres berpesan agar BWM dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat. Sebab, ke depannya, BWM diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.



Penulis   : Renanda Ayu Pramesti Cahyani 

(Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial)

Komentar

Tampilkan

Terkini