Pengikut

Iklan

Kompak Pasutri Jadi Pengedar Sabu

Senin, 08 November 2021, November 08, 2021 WIB Last Updated 2021-11-08T15:01:06Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Surabaya,GerakNusantara.com -
Dampak kekompakan mengedarkan barang haram sejenis sabu-sabu membuat pasangan suami istri (Pasutri) di Surabaya ini, harus berurusan dengan pihak Kepolisian Resort kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Pasalnya, Pasutri tersebut terbukti atas dugaan menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Dari hasil penangkapannya Polisi dapati sejumlah barang bukti berupa 8 (delapan) poket plastik klip kecil berisi sabu dengan berat keseluruhan 6,94 gram, 1 (satu) pipet kaca sisa pakai berat 1,88 gram, 1 (satu) pipet kaca sisa pakai berat 1,48 gram, dan 1 (satu) pak plastik klip kecil kosong.


Tak hanya itu, beberapa barang bukti lainnya yang turut diamankan yakni 3 (tiga) skrop yang terbuat dari sedotan, 1 (satu) timbangan elektrik, seperangkat Alat hisap sabu / bong, 1 (satu) buah kotak warna merah muda, 1 (satu) buah kotak warna hijau dan 2 (dua) unit Handphone.

Dalam pemaparannya Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Somanonasa mengatakan, bahwa pasutri ini tertangkap di tempat kos-kosannya Jalan Sidotopo Surabaya pada Senin tanggal 01 November 2021 sekitar pukul 22.30 Wib.


"Dan penangkapannya pula berdasarkan sebuah informasi yang kami terima dari masyarakat," ucap kepada Hallojatimnews.com Senin (08/11/2021).

Ketika diinterogasi, keduanya mengaku bahwa barang haram tersebut dibelinya dari seseorang laki-laki dengan sebutan CC (DPO) di Jalan Kertopaten dan untuk diedarkan kembali demi keuntungan.

"Jadi Pasutri tersebut, membelinya seharga Rp.1.000.000,-(satu juta rupiah) perpoket. Dan rata-rata keuntungan yang didapat Rp.150.000,-(seratus lima puluh ribu rupiah) hingga Rp.300.000,-(tiga ratus ribu rupiah)," jelas Perwira dengan satu melati emas dipundaknya itu.

Terkait pengakuan dari kedua tersangka, Komisaris Polisi Daniel Somanonasa yang menjabat sebagai kepala satuan reserse narkoba di Polrestabes Surabaya itu, masih melakukan pendalaman dan pengembangan lagi guna mencari pemasoknya.


"Kami masih melakukan pendalaman lagi dan mengembangkannya. Guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya Pasutri ini akan terjerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika," tutupnya.



Jurnalis:holik
Komentar

Tampilkan

Terkini