Pengikut

Iklan

Gubernur Jawa Timur Cek Langsung Lokasi Banjir Bandang di Kota Batu

Jumat, 05 November 2021, November 05, 2021 WIB Last Updated 2021-11-05T17:14:51Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Malang,(GerakNusantara.com) - Gubenur jawatimur Khofifah indar parawansa cek langsung lokasi Banjir bandang yang menerjang Kota Batu, di sebabkan tingginya curah hujan. Total ada lima titik di Kecamatan. Bumiaji yang terdampak banjir bandang, yaitu Ds. Sumber Brantas, Ds. Bulu Kerto, Ds. Tulung Rejo, Ds. Padang Rejo dan Ds. Sidomulyo jumat,(5/11/2021).

Dalam Peristiwa tersebut, terkonfirmasi 2 orang meninggal dunia dan 5 orang belum ditemukan.



Pada tahapan evakuasi ini setidaknya ada tanggap darurat, dibutuhkan tempat pengungsian, serta proses evakuasi terus dilakukan, karena ada prediksi masih ada hujan susulan.



Selain meninjau lokasi terjadinya banjir bandang, Khofifah juga mengunjungi dapur umum yang terletak di Balai Desa Bulukerto. Dapur umum ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Karena berada pada kondisi tanggap darurat bencana, sudah ada dapur umum yang merupakan salah satu varian yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir Termasuk kesiapan tempat pengungsian sekaligus untuk penanganan selanjutnya.



“Kami mengucapkan duka cita yang mendalam untuk warga Kota Batu yang terkonfirmasi meninggal dunia akibat bencana alam ini. semoga diampuni dosa-dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ujar gubernur.


Lebih lanjut gubernur menitipkan pesan kepada seluruh warga Jawa Timur bahwa apa yang sudah diprediksi oleh BMKG bahwa mulai bulan November 2021 hingga Februari 2022 akan terjadi intensitas hujan 20 hingga 70 persen lebih tinggi.

Ketika ada peningkatan hujan, potensi banjir bandang akan memungkinkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia termasuk Jawa Timur.





“Posisi kita berada pada area ring of fire, karena itu pada saat apel menghadapi bencana beberapa waktu lalu, kami wanti-wanti untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap fenomena Alam Kita harus bersatu padu bergotong royong, meningkatkan kesiapsiagaan, apalagi yang sudah punya kampung tangguh,” ujar gubenur jatim ini.




“Masih ada kemungkinan hujan susulan, karena itu hunian di bantaran sungai penghuninya harus dievakuasi. Sambil proses evakuasi berjalan, sesuai dengan siklus ada proses rehabilitasi dan kontruksi juga kita lakukan,” ucapnya.

Proses kontruksi ini dilakukan dengan bekerja sama dengan Kementerian PUPR apalagi ini ada kaitannya dengan Sungai Brantas,"pungkasnya.

Jurnalis:Aldy

Komentar

Tampilkan

Terkini