Pengikut

Iklan

Polrestabes Surabaya Bekuk Pengedar Obat Gedek Asal Sedati Sidoarjo

Jumat, 22 Oktober 2021, Oktober 22, 2021 WIB Last Updated 2021-10-22T05:36:15Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Sidoarjo,(GerakNusantara.com) -
membongkar sendikat penjualan narkotika jenis ektasi atau obat ‘gedek’ yang biasa digunakan dalam hiburan malam.


Terungkapnya berawal dari dibekuknya FM alias Brewok seorang Sopir oleh Timsus Satresnakoba Polrestabes Surabaya karena menjadi pengedar narkotika dikembangkan oleh petugas guna mencari pelaku lain yang terlibat.


Dari hasil pengembangan kasus tersebut, anggota kembali membekuk satu pelaku penyalahgunaan narkotika yang diduga mendapatnya dari Brewok.


Pelaku yang diamankan berinisial SH alias Gendut (41) , Umur 41 asal Desa Dares Pedaleman Kelurahan Pabean, Sedati Sidoarjo. Pria pengusaha kos-kosan ini ditangkap karena menjadi pengedar pil Ektasi.


Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Marunduri mengatakan, ungkap kasus pengedar narkotika jenis ektasi ini adalah pengembangan dari kasus sebelumnya.


Tersangka Brewok yang dibekuk Timsus, dalam penyidikan mengaku menjual ektasi ke tersangka Gendut ini.



“Anggota melakukan penangkapan terhadap pembeli yakni SH ini, dia ditangkap, Rabu 13 Oktober 2021 sekira pukul 08.00 WIB di rumahnya daerah Sedati Sidoarjo,” kata Kompol Daniel, Jumat (22/10/2021).


Pada saat diamankan, anggota langsung melakukan penggeledahan dan dapat ditemukan barang bukti berupa 27 butir Ekstacy warna hijau polos.


“Barang haram itu ia sembunyikan didalam tas tersangka SH, dan diakui miliknya,” tambah Daniel.


Oleh petugas, tersangka SH langsung digelandang ke Mapolrestabes Surabaya guna menjalani penyidikan. Kepada Polisi, dia juga mengatakan jika barang bukti Ekstaci itu didapat dari FM alias Brewok yang sudah tertangkap lebih dulu.



“Narkotika jenis ektasi itu pelaku beli seharga Rp 275.000, tujuannya akan dijual kembali harga Rp 350.000, per butir,” pungkas Daniel.


Pemilik usaha kos-kosan itu saat ini hanya bisa menyesali semua perbuatannya dari balik jeruji besi penjara.


Dia terancam penjara diatas 5 tahun karena melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.



Jurnalis:Ali
Komentar

Tampilkan

Terkini