Pengikut

Iklan

Bupati Sidoarjo Turun Tangan Terkait Polemik Peruntukan Makam Warga Perumahan Makarya Binangun

Kamis, 09 September 2021, September 09, 2021 WIB Last Updated 2021-09-09T04:25:05Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Sidoarjo,(GerakNusantara.com) -
Bertempat di Kantor Balai Desa Janti, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Mediasi terkait belum adanya titik temu soal polemik peruntukan makam warga Perumahan Makarya Binangun di Desa Janti, Waru - Sidoarjo, akhirnya membuat Bupati Sidoarjo turun tangan.


Dari hasil mediasi yang dilakukan oleh Bupati Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) akhirnya kedua belah pihak setuju soal lahan fasum tersebut akan dialihfungsikan jadi makam warga. Rabu, (8/9/2021).


Dalam proses mediasi diketahui, warga yang menolak beralasan fasum saat ini yang akan dijadikan tempat pemakaman peruntukannya untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Mereka khawatir akan menyalahi aturan. Selain itu, fasum tersebut statusnya belum diserahkan ke pemerintah Kabupaten.



"Karena warga Makarya Binangun tidak punya tempat pemakaman sendiri. Warga memang membutuhkan itu," ujarnya.


Bupati Yang Juga Lulusan Fakultas Ilmu Politik UNAIR ini, yang memimpin mediasi akhirnya memberikan jalan keluar. Keberatan sebagian warga yang menolak akan dicarikan solusinya. 


"Untuk lahan RTH nya ternyata pengembang belum menyerahkan ke pemkab, nanti pemkab akan mengambil alih. Setelah itu site plan akan diubah lewat Dinas Perumahan dan Pemukiman dari RTH menjadi tempat pemakaman agar tidak menyalahi aturan," jelas Bupati Gus Mudlor di depan warga perumahan Makarya Binangun.



Perubahan site plan fasum yang awalnya untuk RTH akan diubah menjadi tempat pemakaman.


"Menurut Perbup nomor 16 tahun 2017 itu sudah jelas tentang Fasum, Pemkab bisa mengambil alih itu kalau kemudian tidak kunjung diserahkan, kalau tidak akan terbengkalai dan sebagainya," tambah Gus Muhdlor. 


Jurnalis : **(Muz)
Komentar

Tampilkan

Terkini