Pengikut

Iklan

Rumah Layak Untuk Mbah Sijum

Kamis, 26 Agustus 2021, Agustus 26, 2021 WIB Last Updated 2021-08-26T12:01:40Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




Pacitan,(GerakNusantara.com) -
Raut wajahnya nampak bingung, kala serombongan tamu tiba-tiba bertandang dirumahnya. Sambil sesekali menyingkapkan rambutnya yang telah memutih, perempuan tua itu terus berusaha mengingat siapakah gerangan tamunya kali ini.

"Mbah, engkang sowan niki Pak Bupati Pacitan ( Mbah, yang datang ini Pak Bupati Pacitan)" kata Suprapno Kepala Desa Kebonsari Kecamatan Punung membantu memperkenalkan.

Seketika sang nenek terperangah tak menyangka jika dirinya mendapat tamu istimewa. Sontak, warga Dusun Ngasem Desa Kebonsari itu menunduk sembari mengucap salam kepada Bupati Indrata Nur Bayuaji.


"Dados niki Pak Bupati, tebih tebih kersa rawuh wonten menapa ( jadi ini Pak Bupati, jauh-jauh mau datang ada apa)," ucap Sijum tergupuh.

Tak ingin si tuan rumah bertambah bingung Mas Aji mengutarakan maksud kedatangannya. Bersama Camat Punung dan jajaran orang nomor satu di Pacitan itu menyerahkan bantuan renovasi rumah senilai Rp.10 juta serta paket sembako.

"Mbah niki wonten sekedhik bantuan kagem renovasi griya mugi manfaat ( mbah ini ada sedikit bantuan untuk renovasi rumah semoga bermanfaat)," kata Bupati.

Rumah nenek Sijum memang layak mendapatkan bantuan renovasi agar lebih layak . Hunian berukuran 5X4 meter itu masih berdinding papan dan anyaman bambu dengan beberapa lobang dan tambalan serta lantai masih tanah. Bahkan, Sijum yang ditemani anak perempuan serta seorang cucu tersebut harus berbagai ruang dengan ternak kambingnya yang ditempatkan disalah satu sudut rumah.


Rencananya, proses renovasi rumah akan melibatkan pemerintah desa setempat mengingat kondisi nenek Sijum yang renta. Bahkan, jika sang nenek bersedia akan dibangunkan rumah yang lebih dekat dengan jalan utama. Karena, lokasi rumah sekarang berada di tengah areal persawahan. Untuk menuju kesana harus menuruni jalan tanah serta melewati pematang sawah. Namun, karena alasan tak ingin jauh dari sawah yang selama ini menghidupinya, Sijum menolak relokasi.

"Menawi mboten kersa pindah mboten menapa, nanging kula mangke taksih pareng dolan mriki nggih (kalau tidak mau pindah tidak apa-apa tapi nanti saya masih boleh kesini ya)," canda Mas Aji disambut tawa yang hadir. 


Jurnalis:** (masrur)
Komentar

Tampilkan

Terkini